- Kerinci.targetjurnalis.com
Sungai Penuh – Dugaan adanya pungutan liar alias pungli disalah satu Puskesmas diKota Sungai Penuh, kian mencuat setelah adanya laporan yang diterima media ini dari sumber yang dapat dipercaya berupa screenshot pesan yang ada digroup Wa anggota Puskesmas tersebut, yaitu Puskesmas Kumun Kecamatan Kumun Debai.

Berdasarkan Sreenshot pesan di group Wa Puskesmas Kumun yang kami terima dan laporan dari sumber yang enggan disebutkan namanya, kuat dugaan diPuskesmas tersebut telah terjadi praktek praktek pungli yang dilakukan oleh oknum tertentu yang bertujuan ingin memperkaya diri dengan cara yang bertentangan dengan hukum. Adapun jenis pungutan yang diduga diminta adalah adanya pemotongan honor kegiatan dan pembuatan baju dinas yang tidak sesuai dan bahkan baju dinas ataupun baju seragam diduga banyak yang salah ukuran alias asal jadi sehingga banyak pegawai yang mengeluhkan hal ini.
Menurut sumber, dana kegiatan yang telah dicairkan yang telah masuk kerekening masing masing pegawai dan berdasarkan bukti yang ada di Chat group Wa mereka ( para pegawai yang ada diPuskesmas Kumun) tersebut diperintahkan agar menghubungi bendahara, dalam hal ini kuat dugaan adanya setoran melalui bendahara puskesmas.
Menanggapi hal ini, media ini menghubungi Kapus Kumun Afrianto Via Handhone guna meminta klarifikasi terkait adanya dugaan pungli yang terjadi, dan Kapus menyangkal semua apa yang diduga tersebut. Katanya, semua itu tidak benar, tidak ada pemotongan dana kegiatan, dan mengenai seragam yang dijahit karena banyaknya keluhan, Kapus menjawab itu kesalahan penjahitnya sendiri tanpa memberikan solusi.
Sebagai anggota LSM PETISI SAKTI, kita akan berkordinasi dengan rekan rekan yang lain guna akan melakukan Aksi dan turun kejalan guna meminta klarifikasi/jawaban secara langsung kepada pihak Puskesmas Kumun dan kalau dugaan ini benar, kami meminta kepada bapak Walikota untuk mengambil tindakan tegas kapan perlu pencopotan jabatan bagi siapapun yang bersalah.
( oke baik )


