Kerinci
kerinci.targetjurnalis.com
Profesi seorang bidan tentunya banyak didambakan oleh setiap kaum hawa, apalagi menjadi seorang bidan merupakan tugas yang mulia karena dapat membantu serta menyelamatkan nyawa bukan saja seorang ibu, akan tetapi seorang bayi yang akan dilahirkan.
Namun salah seorang oknum bidan di Polindes Tanjung Genting Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci Kabupaten Kerinci dengan inisial T.O berdasarkan laporan dari beberapa warga yang enggan disebutkan namanya bahwa Bidan T.O sering keluar kota menemui sang suami yang bertugas di salah satu Kabupaten di Provinsi tetangga, Sumbar sampai berminggu minggu bahkan lebih dari satu bulan.
Sebagaimana kita ketahui, T.O adalah seorang ASN yang digaji oleh negara dan mempunyai tanggung jawab terhadap apa yang terjadi didesanya sesuai dengan tupoksinya sebagai Bidan Desa akan tetapi apa yang terjadi apabila Bidan Desa yang sangat diharapkan oleh masyarakat di desa dimana tempat dia ditugaskan jarang ada didesa tersebut? hal ini akan berdampak buruk terhadap masyarakat, apalagi masyarakat yang jauh dari Puskesmas ataupun rumah sakit bagi yang membutuhkan pertolongan/pelayanan kesehatan guna mendapatkan pertolongan pertama apabila terjadi sesuatu hal yang erat kaitannya dengan tugas dan fungsinya sebagai bidan di Polindes tersebut.
Saat media ini hubungi via WA nya, Bidan T.O membantah kalau dia sering tidak ditempat atau keluar daerah menemui suaminya, katanya kepada media ini, hal itu tidak benar, Bapak mendapat informasinya dari siapa? Saat media ini akan menanyakan lebih lanjut, ternyata WA kami sudah blokirnya, pada hal kami ingin meminta konformasi akan kebenaran laporan dari masyarakat dan menurut awak media, ini adalah suatu tindakan yang tidak terpuji dan tidak sopan karena telah memblokir WA kami, padahal kami ingin meminta konfirmasi yang lebih jelas dan seimbang.
Selanjutnya, Guna untuk mengetahui lebih jelas lagi, kami mencoba menghubungi T.O lewat nomor lain, dikatakannya, kalau bapak ingin mengetahui lebih jelas, silahkan tanya Kepala Desa. Tidak sampai disini saja, kami langsung menuju desa tanjung genting mudik guna untuk menemui Kepala Desa Dalton, namun Kepala Desa sedang berada diJambi dan kami juga mendapati Kantor Kepala desa terkunci dan tidak ada aktivitas apa apa. Saat kami menanyakan hal ini, salah seorang warga menjawab kalau kantor Kepala Desa di buka pada saat ada acara atau kegiatan Desa. Mengenai pelayanan kepada masyarakat, bisa kerumah Kades, ungkap salah seorang warga.
Kita ketahui bahwa kepala desa serta Perangkat desa merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk mengurus masyarakat di tingkat desa, untuk itu perangkat Desa harus berkantor seperti pegawai pada umumnya, namun hal itu bertolak belakang dengan apa yang kami lihat.
Kami mencoba menghubungi Kepala Desa Dalton Via WA, sampai berita ini kami turunkan walau sudah terkirim, namun belum ada jawaban.
Bersambung….!
( Ok Baiiik )


