Kerinci.targetjurnalis.com
Akibat musim kemarau yang berkepanjangan khususnya diwilayah Kota Sungai Penuh, menyebabkan pasokan air minum PDAM Tirta Khayagan mengalami penyusupan ataupun penurunan produksi, sehingga PDAM Tirta Khayangan tidak bisa memenuhi suplay air secara Maksimal kepada para pelanggan khususnya di wilayah Kota Sungai Penuh.

Kepada media ini, Kepala Bagian Air Minum Tirta Khayangan Emka Puadi menyampaikan bahwa selama lebih kurang satu bulan setengah kita mengalami musim kemarau sehingga terjadi penurunan debit air baku yang berasal dari Sungai Ampuh dan Sungai Jernih sehingga kapasitas produksi mengalami penurunan sekitar 45% yang biasa PDAM Tirta Khayangan memproduksi 120 L/dtk namun saat ini menjadi 56 L/dtk.
Sungguhpun demikian PDAM Tirta Khayangan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan yaitu dengan cara bergiliran, yaitu untuk wilayah Pondok Tinggi akan dialirkan dari jam 6 Pagi sampai jam 2 Siang, kemudian jam 2 Siang sampai jam 6 Sore untuk bagian jalan Muradi dan Pasar Sungai Penuh, selanjutnya untuk Kelurahan Sungai Penuh dan Desa Gedang, dari jam 6 Sore sampai jam 6 pagi.
Semwntara Untuk wilayah Dusun Baru serta Koto Renah dan sebagian Koto Lolo, disuplay melalui PDAM Rawang akan disuplay dari jam 6 Sore sampai jam 11 malam. Sedangkan untuk wilayah Lawang Agung dan Karya Bakti di suplay melalui instalasi PDAM Kumun Debai dari jam 2 siang sampai jam 6 pagi.
Kepala Bagian Air Minum Tirta Khayangan Emka Puadi juga menyampaikan bahwa dalam menanggulangi krisis air, PDAM juga telah membentuk Satgas Kemarau, yaitu tim yang di bentuk untuk pendistribusian air dan pemantauan kelancaran air guna agar air tetap bisa dinikmati oleh para konsumen, ungkapnya.
Diharapkan kepada masyarakat dalam menghadapi kemarau ini agar dapat menggunakan air dengan sebaiknya dan menyediakan bak penampungan air tambahan agar bisa menjadi persediaan air disaat air tidak mengalir, tutup Emka Puadi.
(Okebaik)


