Kerinci.targetjurnalis.com
Kota Sungai Penuh merupakan salahsatu Kota Terpadat di Provinsi Jambi yang merupakan hasil Pemekaran dari Kabupaten Kerinci. Sebagaimana kita ketahui bahwa Kota Sungai Penuh merupakan salah satu kota terpadat yang juga sebagai sentra perekonamian masyarakat, karena berbagai macam bentuk kegiatan ekonomi dilaksanakan disini, jadi tak heran jika banyak para pelaku ekonomi yang datang keSungai Penuh guna untuk melakukan transaksi yang salah satunya adalah perdagangan.
Berbicara masalah Perkotaan, salah satu problema yang dihadapi oleh setiap Kota khususnya di Provinsi Jambi adalah masalah Sampah. Akhir akhir ini kita disibukkan oleh menumpuknya sampah sampah yang ada disetiap sudut kota Sungai Penuh dan banyak juga kita melihat sampah sampah yang berceceran sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap sehingga dapat mengganggu kesehatan.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Sungai Penuh dibawah kepemimpinan Walikota Ahmadi Zubir dan Wakil Walikota Alvia Santoni sudah melakukan berbagai cara dan upaya guna mengatasi masalah sampah, salah satunya yaitu dengan mendirikan TPS 3R di setiap Kecamatan ataupun Desa. namun sampai saat ini TPS 3R belum beroperasi. Menjelang beroperasinya TPS 3R, maka untuk sementara sampah sampah tersebut akan di buang di RPT. namun tidak semua itu bisa berjalan seperti yang diinginkan, sebab semuanya tentu ada Pro Kontra yang memang harus diselesaikan dengan cara perundingan dan duduk bersama agar mendapatkan kesepakatan yang tentunya untuk kepentingan bersama.
Defitra Eka Jaya atau lebih akrab disapa DEJ yang merupakan salah satu Tokoh Muda Khususnya 3 Dusun Kota Sungai Penuh yang saat ini berkiprah di Ibukota Jakarta selalu memantau Perkembangan dan Pembangunan yang ada di kampungnya, tak terkecuali masalah Sampah.
Defitra Eka Jaya, tokoh perantauan Kota Sungai Penuh memandang Pemerintah kota selaku pengelola Daerah tentu memiliki tanggung jawab didalam menyelesaikan persoalan ini, hal ini terlihat dari program kerja walikota beserta wakil walikota terhadap persoalan sampah, saya selaku putra Daerah yang berdomisili diJakarta tahu persis bagaimana keseriusan pak Ahmadi Zubir selaku walikota untuk menyelesaikan hal ini dengan berkordinasi lintas departemen dipemerintah pusat, namun apapun upaya dari pak Ahmadi di pusat tidak akan bisa berjalan baik kalau penyelesaian masalah ini tidak didukung oleh keinginan masyarakat untuk ikut berpartisipasi didalam hal polemik sampah ini,” Ujarnya.
Dia juga berharap kepada semua pihak mulai dari kesadaran hidup bersih serta kesadaran bahwa TPA ini butuh lahan yang cukup utuk menjadi fasilitas pengelolaan sampah.
” Saya selaku putra kota sungai penuh menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh khususnya yang terdampak langsung terkait masalah sampah ini untuk bisa memberi dukungan moril kepada Walikota dan wakil walikota utuk bisa bersama sama DPRD Kota Sungai Penuh agar bisa mendapat solusi dari masalah sampah ini,”Tambahnya.
karena masalah sampah ini bukan saja dibutuhkan pemikiran dan tenaga namun juga dibutuhkan sumber dana untuk menyelesaikan persoalan sampah, yang mana anggaran APBD Kota Sungai Penuh sama sama kita ketahui sangat terbatas ini hanya bisa menyelesaikan masalah sampah ini secara parsial namun belum bisa menyeluruh, jadi mari kita bersabar, dan memberikan waktu kepada para pemimpin kita untuk bisa konsentrasi menyelesaikan masalah sampah ini, jangan sampai kita terprovokasi oleh pihak pihak yang sebenarnya tidak menguasai persoalan namun memberikan statement yang memperkeruh suasana sehingga timbul gerakan gerakan yang justru merugikan masyarakat secara keseluruhan.
Pemerintahan Pak Ahmadi dan Pak Antos baru berjalan 1 tahun lebih, mereka berdua mencoba menyelesaikan persoalan sampah ini yang timbul akibat perencanaan yang kurang tepat dari pemerintahan sebelumnya terutama terkait persoalan TPA.
“Saya dari perantauan mendoakan agar para pemimpin kita diberikan kekuatan dan kesabaran didalam menyelesaikan semua masalah yang ada terutama terkait sampah ini. Semoga kota sungai penuh bisa lebih baik lagi kedepannya,” harap Defitra Eka Jaya.
( oke Baik )